Cerita Ishak dengan Usaha Tahu Rumahan yang Kembang-kempis

Usaha Tahu

Ishak dan istrinya Yustiani saat membuat tahu di rumahnya, Foto: Dok

Interaktif News - Sekira pukul 14.30 WIB menjelang sore Ishak dan Yustiani nampak bergegas menuju halaman belakang rumahnya. Kebiasaan itu adalah keseharian yang dijalani pasangan suami istri yang menggantungkan hidupnya dari usaha pembuatan tahu rumahan. 

Ishak dan Yustini adalah warga Desa Tenangan, Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Mereka telah menggeluti usaha pembuatan tahu sejak 1 tahun terakhir, walaupun belum terlalu menguntungkan namun keduanya nampak ikhlas menjalani.

"Iya sudah setahun lah mas, usaha kami ini begini-begini saja cuma sekedar usaha untuk penyambung hidup” kata Ishak, Kamis, (16/04)2024).

Usahanya kata Ishak baru cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja. Kadang cuma balik modal, kerap pula rugi lantaran harga bahan baku pembuatan tahu seperti kedelai dan minyak goreng yang terus melambung. Belum lagi kebutuhan pasar yang belum stabil.

Dikatakan Ishak, harga kedelai berat 50 Kilogram bisa mencapai Rp 600 ribu bahkan saat bulan Ramadan tembus Rp 800 ribu. Harga itu tak kunjung turun sedangkan 50 Kg kedelai hanya menghasilkan 10 kg tahu. Belum lagi harga minyak goreng yang terus beranjak naik. 

"Kalau lagi mahal-mahalnya harga kedelai maka diberhentikan dulu produksi tahu. Kadang bikin kadang nggak, begitu lah” kata Ishak. 

Saat tidak membuat tahu, Ishak mencari pekerjaan lain untuk menyambung hidup seperti menggarap sawah atau bekerja serabutan.“Saya nyari kerjaan sampingan serabutan dan petani sawah garap lahan milik orang" kata dia.

Namun, bibalik kembang –kempisnya usaha yang dijalani, Ishak tetap berharap usaha tahu miliknya tetap berjalan. Bapak dengan 4 orang anak ini berharap pemerintah dapat memberikan kemudahan dengan memberikan fasilitas bagi usaha kecil seperti yang dijalaninya.

Salah satunya terkait akses air bersih untuk memproduksi tahu. Selama ini Ishak menggunakan sumur umum desa untuk mendapatkan air bersih. Posisi sumur yang berada jauh dari rumah memaksa Ishak menggunakan sambungan pipa.

"Misalnya ada bantuan dari pemerintah sumur bor itu sangat membantu. Saya sangat berharap pemerintah daerah bisa memperhatikan kondisi pelaku usaha kecil apalagi usaha rumahan seperti kami” kata Ishak.

Reporter: Deni Aliansyah Putra