Ditemukan 2 Kluster Baru Penyebaran Covid-19 di Bengkulu

Covid-19

Simulasi penanganan Covid-19 yang dilakukan petugas kesehatan di RUSD M Yunus beberapa waktu lalu, Poto:Dok

Interaktif News – Angka positif di Bengkulu naik drastis usai tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bengkulu pada Sabtu (05/05/2020) kemaren mengkonfirmasi 23 orang kasus baru positif terpapar virus corona. 

Menyikapi perkembangan itu, Ketua Gugus Covid-19 Provinsi Bengkulu mengatakan, dari data penambahan kasus tersebut terdapat dua klaster baru penyebaran virus corona yaitu kluster tenaga medis dan klauster aparat keamanan.  

"Yang pertama kita memastikan langkah penanganan penemuan kasus yang lonjakannya tinggi kemarin. Ini ada dua kluster terbaru yang kita temukan. Pertama dari aparat keamanan dan yang kedua dari kluster tenaga kesehatan," ungkap Ketua Gugus Tugas Rohidin Mersyah yang juga Gubernur Bengkulu, Minggu, (06/05/2020)

Ia juga menjelaskan akan melakukan tracing terhadap kedua kluster dan mengambil tindakan dengan melakukan isolasi mandiri secepat mungkin kepada aparat ataupun tenaga medis guna untuk memutus mata rantai Covid-19.

Baca juga: Bengkulu Bertambah 23 Kasus Baru Positif Covid-19

"Terkait untuk beberapa tenaga medis yang positif Covid-19 kemarin, setelah kita ketahui bahwa hal ini merupakan tipe penularan horizontal yang mana salah satu tenaga medis yang habis menangani pasien Covid-19, lalu melakukan interaksi dengan rekan kerjanya tanpa menggunakan APD secara lengkap," jelas Gubernur Rohidin.

Pada kesempatan ini, Gubernur Rohidin juga menyampaikan akan aspek sosial yang terjadi saat ini seperti kurangnya kesadaran individu untuk menjaga kesehatan dengan masih terlihat masyarakat tidak menggunakan masker di tempat umun. 

"Persoalan seperti ini tadi sudah disampaikan oleh Wakapolda dan Danrem untuk menginstruksikan jajarannya dengan melakukan aksi razia wajib masker di pusat pembelanjaan dan juga ikut membantu menciptakan sarana/prasarana guna pencegahan dan penanganan Covid-19 di Provinsi Bengkulu," tutup Rohidin. [***]

Editor: Alfridho Ade Permana