Wilson: Pemkot Lempar Tangungjawab Kasus Perdana Positif Covid-19

Helmi Hasan

Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan, Poto:Dok/FB @bangleokeren

Interaktif News - Pemkot seharusnya merespon secara postif dan melakukan tracking untuk mengantisipasi sebaran virus corona pasca diumumkanya kasus perdana positif covid-19 di wilayah Bengkulu. Jangan seolah-olah melempar tangungjawab atas terkonfirmasinya salah seorangJamaah Tabligh asal Lampung yang baru saja dinyatakan positif Covid-19. 

Demikian disampaikan Wilson, SE pengamat ekonomi pembangunan Bengkulu merespon pernyataan Direktur RSHD Kota Bengkulu, dr Lista Cherlyviera yang sebelumnya membantah melakukan rawat inap pasien positif Covid-19 yang meninggal pada Selasa pagi, (31/03/2020)

“Innalilah wa inna illahi rojiun, pagi tadi telah berpulang ke rahmatulah, kita tidak membahas terlalu jauh terkait pasien tersebut tapi kita melihat statmen salah satu pejabat rumah sakit kota, RSHD, terkait pernyataan beliau menyampaikan bahwa pasien tersebut tidak pernah di rawat di RSHD. Tetapi beliau lupa, beliau menerangkan bahwa tanggal 20 pasien tersebut pernah datang ke RSHD dan dirawat di IGD” kata Wilson, Selasa, (31/03/2020)

Selanjutnya kata Wilson, pada tanggal 23 Maret 2020 pasien tersebut datang lagi ke RSHD  dan diketahui suspect Covid-19 dengan katagori PDP dan dirujuk ke RS M Yunus. Sebelum dirujuk pasien tersebut, sudah dilakukan tindakan medis berupa rontgen di bagian radiologi. 

“Artinya sudah ada tindakan yang dilakukan oleh RSHD, ingat ya bahwasannya yang namanya perawatan itu bukan hanya rawat inap saja, rawat inap dan rawat jalan tergolong perawatan hanya saja kalau rawat jalan dia tidak menginap” jelas Wilson

Wilson menyayangkan pernyataan sekelas pejabat kesehatan yang menyangkal pernah merawat pasien positif Covid-19 di tengah wabah yang menjadi momok menakutkan seluruh masyarakat. 

“Ini sesuatu yang sangat menyedihkan, dimasa kita sakarang (wabah Covid-19-red) ternyata kita tidak mengakui bahwasannya pernah merawat pasien ini walaupun tidak rawat inap. Saya bertanda tanya besar, kenapa kita tidak mengakui pasien ini walaupun rawat inap, kenapa kita tidak mengakuinya” tanya Wilson

Rumah Sakit sambung Wilson, adalah institusi kesehatan yang dibangun oleh pemerintah yang memang diperuntukan untuk melayani kesehatan masyarakat. 

“Jangan kita seakan-akan kita melempar-lemparkan ini, melempar-lemparkan tangungjawab ini, ini yang jadi persoalan bagi kami, ini perlu diluruskan” jelas Wilson

Reporter: Riki Susanto