Waspada ‘Serangan Fajar’ Pilwakot, RT Mulai Diorganisir

Waspada ‘Serangan Fajar’ Pilwakot, RT Mulai Diorganisir

bengkuluinteraktif.com---Serangan fajar adalah adalah istilah lain yang sering diucapkan masyarakat Bengkulu untuk menggambarkan situasi politik yang sedang dipengaruhi oleh kekuatan transaksional. Istilah ini sama maknanya dengan money politic dalam diksi inggris atau politik uang dalam kamus bahasa Indonesia.   

Serangan Fajar sebenarnya lebih bermakna ekstrim karena dapat diartikan sebagai jual beli suara. Biasanya dilakukan subuh menjelang masyarakat pemilih menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS). Situasi subuh yang identik dengan sepi sunyi inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh timses kandidat untuk ‘membelanjakan’ buget politiknya.

Akhir-akhir ini potensi serangan fajar pada Pemilihan Walikota Bengkulu yang akan digelar 27 Juni 2018 mendatang mulai menguat. Banyak warga kota yang mulai menyampaikan desas-desus terkait adanya praktek politik uang menjelang pilwakot nanti. 

Ketua RT 30, Kelurahan Kandang, Syaiful Anwar menuturkan kalau dirinya akhir-akhir ini banyak dihubungi oleh nomor yang tidak dikenal untuk mengorganisir warganya. “saya tidak tahu maksudnya untuk apa, tapi banyak yang telpon ke saya untuk sekedar meminta nama-nama warga dan diminta untuk disolidkan, mungkin saja untuk serangan fajar” kata Syaiful.

Namun, Syaiful Anwar menyatakan kalau RT-nya tegas menolak politik uang apapun bentuknya. “RT. 30 insyallah tidak akan menerima hal-hal yang begitu, saya dan warga akan menjadi bagian dari pengawasan publik, kalau ada yang coba-coba bermain akan kita laporkan” tutur Syaiful

Senada dengan Azwar M, salah seorang ketua RW di Kelurahan Kandang mengatakan kalau dirinya banyak diundang oleh pihak-pihak tim sukses untuk meminta data-data warga terutama yang sudah mempunyai hak pilih. 

“kemaren saya ketemu dengan salah seorang tim sukses kandidat dia minta saya untuk mendata warga, katanya untuk pilwakot nanti” kata Azwar. Namun, Azwar enggan menyebutkan nama atau tim sukses darimana namun yang jelas dia ngakunya tim sukses dari salah seorang kandidat, Jelasnya.

Salah seorang kandidat calon walikota yang maju via jalur perseorangan, David Suardi menyatakan, politik uang adalah perusakan masif bagi perkembangan demokrasi. Politik uang juga yang menyebabkan masyarakat menjadi manja dengan pemberian-pemberian untuk sekedar ditukar dengan suaranya.

“Praktek politik uang telah membuat orang-orang pintar, tulus, dan ikhlas untuk membangun menjadi minder dan kalah sebelum bertanding karena alasan tidak punya uang, politik uang adalah pangkal terjadinya korupsi” Ujar David.

Reporter : Anasril