Timun Suri atau Melon Suri? Buah yang Familiar Saat Ramadan

Timun Suri

Timun Suri, Foto: Dok/tehhijau.com 

Tips Interaktif – Pernak-pernik ramadan selalu menarik disimak, salah satunya kekayaan panganan, minuman, dan buah-buahan yang sulit ditemukan selain di bulan Ramadan. Buah Timun Suri misalnya merupakan buah ikonik di bulan ramadan. Buah berbentuk bulat lonjong ini biasanya muncul di saat ramadan saja walaupun fakta biologinya, buah ini bukanlah buah musiman. Timun suri bisa berbuah sepanjang tahun dengan jangka panen 60 sampai dengan 75 hari. 

Berdasarkan namanya buah yang kerap dijadikan bahan olahan menu berbuka puasa ini berasal dari keluarga labu-labuan (Cucurbitaceae). Meskipun begitu, masih diperdebatkan apakah kekerabatan timun suri lebih dekat dengan timun (Cucumis sativus) atau melon (Cucumis melo). 

Dikutip dari laman Fakultas Biologi UGM, Laboratorium Genetika Fakultas Biologi UGM Yogyakarta pernah melakukan riset ilmiah terkait penamaan timun suri. Penelitian dilakukan Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc dan Charisma Eko Wicaksono, S.Si dengan cara mencari tahu informasi mengenai karakter kromosom timun suri serta perbandingannya dengan timun dan melon. Karakter kromosom yang diteliti adalah jumlah dan formula karyotypenya. 

Definisi kromosom secara umum adalah kumpulan rantai DNA yang terdapat dalam inti sel eukaryotik yang jumlah dan bentuknya spesifik pada satu spesies. Antara satu spesies dengan spesies lainnya memiliki jumlah kromosom dan formula karyotype yang berbeda.Sehingga, karakter ini dapat dijadikan sebagai petunjuk untuk menentukan kedudukan individu dalam spesies tertentu. 

Apabila timun suri dan timun adalah termasuk jenis tanaman yang sama, maka keduanya kemungkinan besar memiliki jumlah kromosom yang sama. Jumlah kromosom diploid timun suri yang diketahui dalam penelitian tersebut adalah 24. Sedangkan jumlah kromosom diploid timun dan melon berbeda yaitu timun 2n=14 sedangkan melon 2n=24. 

Hasil karyotype juga menunjukkan bahwa timun suri memiliki bentuk kromosom metasentris dan memiliki kesamaan dengan varietas melon lokal. Berdasarkan jumlah kromosom dan karyotype tersebut dapat disimpulkan bahwa timun suri bukan dan tidak termasuk anggota spesies timun. Namun, timun suri lebih dekat kekerabatanya dengan melon.

Fakta ilmiah yang diteliti oleh UGM tidak serta merta mengajak kita untuk mengubah nama timun suri mejadi melon suri. Penamaan buah terkadang hanya berdasarkan kearifan lokal, sebagian masyarakat Bengkulu mislanya menyebut Timun Suri  dengan nama ‘Lepang Betik’. ‘Lepang’ sama dengan ‘Timun’ sedangkan ‘Betik’ bisa diasumsikan ‘Suri’. Lepang Betik sama dengan Timun Suri bagi sebagian masyarakat Bengkulu. 

Mari kita sambut Ramadan kali ini dengan penuh kedamaian, toleransi dan kekhusyukan dalam beribadah dan menjadi berkah bagi kita semua.

Reporter: Anasril Azwar
Editor: Iman SP Noya