Rocky Farenza: Kurangi Gadget, Semarakan Permainan Rakyat

Permainan Tradsiona

Rocky Farenza bersama anak-anak Desa Daspetah Kabupaten Kepahiang, Poto/Dok

Interaktif News – Gerak maju teknologi terus berkembang pesat hingga menyentuh seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat. Perkembangan tersebut bahkan terus menggerus sedikit demi sedikit beragam komponen tradisional, termasuk permainan rakyat. 

Mungkin sebagian besar dari kita masih familiar dengan permainan Congklak, Bola Bekel, Lompat Tali, Bentengan, Gobak Sodor, Petak Umpet, dan Dampu. Namun, bagaimana dengan anak-anak generasi sekarang dan mendatang?

Ya, permainan tradisional semakin tergerus dengan lahirnya permainan yang berteknologi. Kecanggihan permainan dengan menggunakan teknologi mutakhir telah menyingkirkan nilai luhur dari permainan-permainan tradisional tersebut. Padahal, permainan tradisional banyak manfaatnya bagi perkembangan anak, seperti permainan gundu (kelereng) yang melatih konsentrasi anak untuk membidik sasaran dengan tepat, engrang yang melatih keseimbangan anak dengan berdiri di atas sebuah kayu dan berjalan, dan sebagainya.

Lompat TaliSalah satu permainan tradional, Lompat Tali, Poto/Dok

Semua itu telah tertukar dengan kencanggihan permainan yang berbalut kemajuan teknologi yang dalam berbagai aspek penelitian jelas-jelas tidak baik bagi anak-anak. Miris rasanya ketika petinggi negeri ini pernah berucap untuk menggalakan game online, Ya…, mudah-mudahan itu hanya komoditas politik. 

Berangkat dari itu, salah seorang mahasiswa berprestasi asal Bengkulu menggagas ide untuk memerangi kecanduan game di gadget dengan menyemarakan kembali permainana tradsional. Ia bersama teman-teman angkatan 21 KKN UNIB 2019 menjadikan permainan tradisional sebagai ekstra program KKN.

Namanya Rocky, bukan Rocky sang filsuf politik yang fenomenal akhir-akhir ini. Rocky Farenza begitu nama lengkapanya, mahasiswa jurusan Bimbing Konseling FKIP-UNIB. Prestasinya mentereng, sejak kuliah selalu dianugrahi sebagai mahasiswa berprestasi. Ia saat ini masih tercatat sebagai Duta untuk objek wisata adalan Provinsi Bengkulu, Bukit Kaba. 

Menurut Rocky, awalnya Ia bersama teman-teman merasa prihatin dengan maraknya penggunaan Gadget di kalangan anak-anak di Desa Daspetah Kabupaten Kepahiang.  Anak-anak setelah pulang sekolah bahkan ada yang masih berseragam sekolah sudah nongkrong di warnet dan sibuk dengan gadget masing-masing. 

“Ini awalnya proker saya pribadi tapi saya melihat teman-teman punya antusias yang sama untuk mengenalkan kembali permainan tradsional. Akhirnya kami buat semacam program sederhana yang bertujuan untuk menggalakan kembali permainan tradsional” ujar mahasiwa asal Kota Bengkulu itu, Kamis (26/07/2019)  

Dijelaskan Rocky, kecanduan game online dan media sosial menyebabkan anak-anak menjadi individualis/jarang berinteraksi terhadap teman-taman sebayanya sehingga terjadi krisis toleransi dan kepekaan sosial. 

Rocky FarenzaRocky Farenza saat mengjarkan Permainan Tradisional, Poto/Dok 

Melalui perkenalan permainan Tradsional Rocky berharap  anak-anak tersebut bisa lebih banyak waktu bersama teman-temanya dan bisa meningkatkan kerja sama tim dan jiwa gotong royong yang seharusnya harus dimiliki setiap orang.

“Saya teringat permainan tradisional waktu kecil sering saya mainkan. Selanjutnya kami kembangkan permainan tradisional lain yang akrab dengan anak-anak setempat. Alhamduliah mereka sudah mulai tertarik dengan permainan tradsional, seperti permainan Palak Babi, Lempar Kelereng, Lomat Tali, Calabur, Lompat Tali, dan suruk-surukan. Pokonya lebih asyik” ujarnya penuh semangat. 

Sekarang Rocky dan teman-temanya sudah menjadwalkan secara sistematik jadwal permainan tradsional bagi anak-anak Desa Daspetah. Rocky juga mengajak orang tua untuk menyaksikan langsung anak-anak yang sedang bermain. 

“Ya, tetap peran dan kontrol orang tua itu yang paling utama. Kami berharap program ini didukung semua pihak termasuk pemerintah agar menyiapkan sarana dan prasarana permainan tradsional, harus terintegrasi agar permainan tradsional kembali dicintai anak-anak” kata  Duta Pemuda Kota Bengkulu 2017 itu.  

Berkat kesabaran Rocky intensitas kunjungan anak-anak ke warnet dan bermain gadget menjadi berkurang “Kami perhatikan hampir setiap hari anak-anak sini ke warnet alhamdulilah sejak kehadiran kami sudah mulai berkurang. Mereka sudah mulai senang bermainan di lapangan bersama teman-temannya” kat Rocky

Kedepan, Rocky dan teman-temnaya berecana membuat lomba permainan tradsional bagi anak-anak Desa Daspetah. “Yah, rencanya begitu. Kami berencana membuat lomba permainan tradsional. Ini penting sebagai indikator program dan menyemarakan kembali permainan tradsional di tengah masyarakat”ungkap Rocky 

Reporter: Anasril Azwar
Editor: Riki Susanto