Pilkada Seluma: Menanti Irihadi vs Simbolon, Sempat Sama-Sama Kalah di Pilkada Benteng

Pilkada Seluma

Interaktif News – Tahapan pilkada serentak 2020 kian berdinamika, salah satu momentum yang menarik untuk disimak andaikan pertarungan Irihadi versus Edison Simbolon terjadi di pilkada Seluma. Kedua tokoh ini sebelumnya pernah bertarung di pilkada Bengkulu Tengah (Benteng) pada tahun 2011 lalu namun nasib keduanya berakhir pahit karena sama-sama kalah di pilkada Benteng. 

Saat ‘bertempur’ di pilkada Benteng, Edison Simbolon masih menyandang status Wakil Wali Kota Bengkulu sedangkan Irihadi berstatus pejabat di Pemprov Bengkulu. Keduanya bukan warga asli Bengkulu Tengah namun, saat itu Bengkulu Tengah adalah kabupaten yang baru saja dimekarkan dan pertama kali menggelar pilkada sehingga seolah-olah Benteng menjadi zona bebas. 

Irihadi memang memiliki irisan keluarga dengan warga Benteng karena istrinya adalah tokoh asli dari Benteng, Irihadi juga menggandeng mantan tokoh pemekaran Bengkulu Tengah Wasik Salik. Sedangkan Edison Simbolon sama sekali tidak memiliki irisan keluarga namun Ia menggandeng tokoh asli Benteng, Rahmat Ali.  

Di pilkada Benteng, nasib Irihadi sedikit lebih baik dari Edison Sombolon. Irihadi yang berpasangan dengan Wasik Salik sempat menjadi pemenang dengan perolehan suara terbanyak di putaran pertama diikuti pasangan Ferry Ramli-M Sabri dengan perolehan suara terbanyak kedua sehingga pasangan irihadi-Wasik Salik versus Ferry Ramli-M Sabri berhak maju ke putaran kedua. Namun, situasi berbalik Ia dikalahkan pasangan Ferry Ramli- M Sabri di putaran kedua. Sedangkan Edison Simblon langsung terhenti di putaran awal. 

Waktu itu pemilihan umum kepala daerah masih menganut sistem dua putaran, apabila perolehan suara pemenang putaran pertama belum mencapai angka 30%. Pilkada dilanjutkan ke putaran kedua dengan diikuti pasangan calon yang memperoleh suara tertinggi pertama dan kedua, UU pemilu Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum.

Kini keduanya saling bertatap menuju pilkada serentak di Kabupaten Seluma 2020. Edison Simblon secara terang mengatakan akan maju di Pilkada Seluma. Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bengkulu itu bahkan sudah mendaftar di berbagai partai politik seperti PDIP dan Nasdem, Gerindra, Golkar dan PKS. Sedangkan Irihadi masih terlihat malu-malu. Ia mengaku baru didaftarkan keluarganya di satu partai, PDIP. 

Di Kabupaten Seluma keduanya bukanlah tokoh sembarangan. Irihadi adalah putra asli suku Serawai yang tentunya memiliki jaringan keluarga yang besar. Selain itu, Irihadi adalah  ASN yang telah lama berkarir dan telah mengenyam berbagai jabatan strategis di pemerintahan. Terakhir sejak 4 tahun lalu Ia resmi menjabat sebagai Sekretaris Daerah Pemkab Seluma. Jabatannya sebagai sekda tentulah memiliki efek politik di pilkada mendatang. 

Irihadi juga dikenal luwes dengan masyarakat, ahli keuangan itu mampu memanajemen ASN Seluma dengan baik disaat pergantian kepemimpin Seluma yang saat itu sempat pelik. Sebagai birokrat yang telah malang melintang tentulah Ia memiliki kapasitas yang cukup seandainya didaulat rakyat untuk memimpin Kabupaten Seluma.  

Selain itu, Irihadi juga diisukan sebagai salah satu kandidat yang didukung Bupati Seluma saat ini, Bundar Jaya. Bahkan dukungan tersirat itu disampaikan bupati Seluma dengan cara menyampaikan statmen yang sempat kontroversi, Bundra meminta agar masyarakat Seluma mendukung putra daerah. Memang pernyataan bupati itu tidaklah secara terang tertuju kepada sosok Irihadi karena terdapat nama-nama lain yang merupakan tokoh berdarah Seluma seperti Herwan Saleh, Rusli Yakob, dan Tam Tam Ail yang juga digadang-gadang bakal maju. 

Sebenarnya stigma politik kesukuan itu sudah diluruskan oleh berbagai tokoh Kabupaten Seluma, sebut saja Ulil Umidi Wakil Ketua DPRD Seluma yang mengatakan siapapun itu, dari suku manapun, berhak menjadi pemimpin Seluma asalkan punya niat dan komitmen untuk membangun Seluma. 

Lantas bagaimana dengan Edison Simbolon?, sosok kelahiran Tapanuli Tengah Sumatra Utara itu memang bukanlah putra daerah asli Seluma namun, sepanjang karir dan kehidupanya hampir dihabiskan di Kabupaten Seluma. Ia awalnya dikenal sebagai seorang mantri desa kemudian berkembang menjadi seorang pengusaha hingga akhirnya berkarir di dunia politik. Walaupun bukan berdarah Seluma, sosok Edison Simbolon sudah diakui sebagai salah satu tokoh di Kabupaten Seluma. 

Sejak berkarir di dunia politik prestasi Edison terbilang mentereng. Setelah sempat menjadi Wakil Ketua DPRD Seluma mewakili Partai Buruh karir politiknya langsung menanjak dengan didapuk menjadi wakil Wali Kota Bengkulu mendampingi Ahmad Kanedi. Disaat bersamaan Edison juga didaulat memimpin Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bengkulu. Namun, ditengah kegemilangan karinya Ia sempat mengalami ‘pahit’ saat kalah di pilkada Bengkulu Tengah di tahun 2011. Karir politik Edison kembali naik setelah terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Bengkulu untuk dua periode berturut-turut. 

Selain sebagai politisi Edison Simbolon juga dikenal aktif di organisasi kemasyarakan dan pemuda. Edison adalah ketua Ikatan Keluarga Batak Islam (IKBI) Provinsi Bengkulu, Ketua Himpunan Masyarakat Sumatra Utara (HIMSU) Provinsi Bengkulu, Ketua PERBASI Kota Bengkulu, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Bengkulu, Ketua Badan Narkotika (BNK) Kota Bengkulu dan sempat tercatat sebagai pengurus Pemuda Pancasila. 

2020 nanti, apabila konstalasi politik di Seluma tidak banyak berubah kemungkinan kedua tokoh ini akan kembali bertarung, mereka akan ‘bernostalgia’ untuk menjadi orang nomor satu di Kabupaten Seluma. Seandainya itu terjadi, bisa saja berkenang ‘pahit’ untuk Irihadi dan ‘manis’ untuk Simbolon atau sebaliknya. Namun, keduanya bisa saja mengulangi kepahitan bersama yang pasti keduanya tak mungkin bersama-sama mengenang manis. (RS)