Pilkada Kepahiang: Sri Sutarti dari Birokrat Menjadi Relawan, Tawarkan Perubahan

Sri Sutarti

Sri Sutarti bakal calon Bupati Kepahiang Pilkada 2020, Poto: Dok

Interaktif News - Tak banyak perempuan yang ketika berada di zona nyaman (comfort zone) mampu keluar dengan cara memilih ruang kehidupan yang penuh dinamika dan tantangan, diantara stok terbatas itu nama Sri Sutarti layak disisipkan. Tampilannya ramah, penuh senyum, raut mukanya penuh kegembiraan, nada bicaranya penuh optimis, itulah yang tergambar saat pandang pertama dengan sosok perempuan pejuang yang telah resmi menyatakan diri siap bertarung di Pilkada Kepahiang Tahun 2020.  

Sri adalah mantan birokorat yang memilih pensiun dini untuk kemudian aktif ke dunia sosial kemasyarakatan. Pensiunnya Sri bukan berarti Ia miskin prestasi, segudang karya dan pengalaman sudah pernah Ia cicipi. Namun, naluri pejuang memaksanya meninggalkan dunia birokrasi yang sebenarnya juga sangat Ia cintai. Kegelisahannya untuk berbuat lebih banyak untuk rakyat adalah faktor utama Ia meninggalkan zona nyaman itu. 

Awalnya perempuan berhijab ini tertarik ke dunia sosial kemasyarakatan karena keperihatinannya dengan kondisi ketimpangan sosial di daerahnya yang kian menganga. Sri melihat akses masyarakat terhadap produk pembangunan daerah sangat tidak memadai sehingga Ia memilih untuk ikut berjuang bersama. Sri menyakini perjuangan yang hakiki adalah ketika seseorang itu mampu berbaur bersama-sama mereka yang berjuang, untuk itulah Sri memilih Projo (Pro Jokowi) dalam mengawali karirinya di dunia sosial kemasyarakatan.

“Konspesi saya pemerintah yang baik harus didukung karena itulah saya memilih Projo sebuah komunitas relawan yang mendukung pemerintahan Joko Widodo yang sangat Saya yakini strict pro rakyat. Sebaliknya pemerintahan yang buruk dan mengorbankan rakyat harus kita lawan dan tidak ada toleransi dalam kamus saya” ujar bakal calon Bupati Kepahiang ini mengawali.

Sri Sutarti telah mendaftar di beberapa partai politik untuk mengikuti kontestasi pilkada serentak di Kabupaten Kepahiang tahun 2020. Sri melihat kabupaten Kepahiang harus menghadirkan nahkoda yang benar-benar memiliki visi membangun dan memahami kondisi geopolitik daerah yang notabene-nya masih status kabupaten baru. 

“Memimpin Kepahiang harus memiliki visi yang membumi dan sinkron dengan kebutuhan rakyat. APBD kita minim tentu disini efesiensi dan efektifitas sangat diperlukan. Sebenarnya APBD itu sudah dihitung berdasarkan jumlah penduduk namun kebutuhan pembangunan tidak hanya bicara soal kebutuhan dasar namun finaly dari kebutuhan masyarakat adalah kesejahteraan. Kedepan kita harus memaksimalkan jaringan untuk menyedot anggaran pusat, memperkuat partisipasi sektor swasta, dan dana talangan potensial lainnya yang bisa kita eksplore di Kepahiang. Demikian pula PAD harus diperkuat, bohong kita bicara pembangunan tapi kantong kita tipis” kata Sri

Niat Sri maju ke pilkada kepahiang semata-mata ingin menawarkan perubahan, Ia meyakini inovasi besar sangat dibutuhkan untuk mereduksi ketertinggalan Kepahiang terutama dalam persaingan daerah diajang regional dan nasional. 

“Saya ingin menawarkan perubahan, itu dulu yang kita sepakati, kalau kita sepakat untuk berubah mari sama-sama, saya siap didepan, saya akan korbankan waktu, tenaga, dan pikiran termasuk zona nyaman yang saat ini saya nikmati, saya siap korbankan untuk berjuang bersama rakyat. Perubahan itu harus kita awali dengan integritas leadership terutama komitmen dengan anti praktak KKN, saat kepemimpinan itu kuat dan memiliki integritas moral yang kuat saat itu juga dukungan rakyat akan tumbuh dan membangun bisa dengan mudah. 

Masalah kita hari ini adalah kepemimpinan yang kehilang trust dihadapan publik, sehingga tidak ada dukungan akhirnya pembangunan mandeg. Rakyat tidak bisa disalahkan karena mereka terus disajikan dengan negatif government, pelayanan kesehatan, biaya pendidikan, sektor pelayanan publik yang  terus mengulang masalah klasik” papar bakal bakal calon bupati yang punya visi “Berbakti untuk Negeri, Amanah, Membangun SDM Indonesia Maju, Berdaulat, Adil Makmur, Sejahtera” ini kepada reporter Bengkuluinteraktif.com, Senin, (11/11/2019)

Sri ingin mengadopsi kepemimpinan nasional ala Jokowi yang mampu merangkul lawan-lawan politik dengan cara mengajak seluruh tokoh-tokoh bangsa bersama-sama membangun. Sri melihat apa yang dilakukan Jokowi di periode kedua kepmimpinanya layak ditiru karena menghilangkan skat politik yang kemudian bergotong royong untuk membangun.

“Kolaborasi adalah kunci, kita harus saling rangkul pilkada dan pemilu adalah proses politik yang muaranya untuk berbakti dan berbuat untuk daerah dan masyarakat. Andaikan rakyat berkehendak dan Tuhan meridho saya akan berupaya menjadikan Kepahiang Kabupaten yang hebat. Daerah ini memiliki potensi besar hanya saja belum dikelolah dengan maksimal, Kepahiang adalah jalur sutra posisi kita sangat strategis, kita jalur penghubung antar provinsi, jarak Kepahiang dengan ibu kota hanya satu jam dan itu bisa maksimalkan dengan menawarkan sektor pariwisata. Kita memiliki sumber daya alam yang hebat seperti pegunungan, perkebunan, perikanan, wisata kenapa kita tidak pernah mendesain sektor wisata kita seperti Puncak Bogor yang secara geografis mirip dengan kita” Terang Sri

Menurutnya konsep pembangunan sangatlah banyak hanya saja membutuhkan kepemimpinan yag memiliki visi besar dan memiliki frame berpikir skala nasional dan internasional namun juga mampu bertindak lokal.

“Tata kelolah birokrasi juga harus baik, saya ini mantan birokrat yang tentu sangat memahami seluk beluk dan dinamika birokrasi. Regulasi kita sangat lengkap tinggal bagaimana cara kita memanage-nya  . Birokrasi harus terhindar dari unsur politik agar kinerja birokrasi itu sehat, rekrutmen harus bersih, mutasi, rotasi juga harus berazaskan kompetensi dan kapasitas agar kinerja birokrasi maksimal” ujar mantan Kepala Puskesmas Embong Ijuk Kepahiang ini.

Ibu dari tiga orang anak ini juga menawarkan konsep pembangunan dengan cara memaksimalkan generasi milenial dan integrasi teknologi informasi. Sri berharap dengan partisipasi generasi milenial dan pemanfaatan teknologi informasi tumbuh kembang pembangunan bisa berkelanjutan. 

“Generasi milenial harus memiliki wadah agar kreatifitas mereka bisa berdampak untuk pembangunan daerah, mereka harus kita dorong untuk menjadi enterperneur. Caranya pemda harus memberikan stimulan baik dalam bentuk fasilitas maupun sektor anggaran, saat itu pula kita harus membingkai pembangunan daerah dengan cara memanfaatkan arus besar teknologi informasi. Konsepnya pembangunan berkelanjutan, development sustainable dan SMART” ujarnya

Sri juga menjelaskan makna dari filosofi hidupnya yang selalu melekat kemanapun Ia berada “Selalu Menjadi Bulan dan Matahari” Menurut Sri setiap orang punya filosofi dalam hidup begitu pula dirinya. 

“Dilihat atau tidak selalu bersinar, dihargai atau tidak tetap menerangi, tetap menolong dan selalu memberi kenyamanan dan merasakan penderitaan, melihat kesulitan rakyat dan tau apa yang diinginkan rakyat” ucapnya menjelaskan makna dari filosofi hidup itu.

Berikut Biodata Sri Bakal Calon Bupati Kepahiang Pilkada 2020

Nama : Sri Sutarti, SKM., MM
TTL : Keban Agung . 12/12/1967
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan: S1 Stikes Tri Mandiri Sakti, S2 Unihaz Bengkulu
Alamat : Kel . Padang Lekat RT001/RW001 Pasar Ujung, Kepahiang , Bengkulu
Akun Medsos: @FB/Sri Sutarti 
Pekerjaan/Jabatan: ASN Dinkes Kepahiang (Pensiun Dini) saat ini menjabat sebagai Ketua Projo Bengkulu
Suami: Toni Agustius
Anak: 
1.    Bripka Friska Juliana (Yayang) berdinasi di Polres Kepahiang suami Frengki
2.    Briptu Marisa Tri Juliani Agustius (Berdinas di Polres Kepahiang)
3.    Wira Aditya Agustius (Mahasiswa Amikom Jogjakarta)

Reporter/Penulis: Riki Susanto
Editor: Freddy Watania