Muda, Cantik dan Energik, Rita Siap Membangun Tanah Kelahiran

Rita Rahayu Ningsih (Kanan Kaos Biru) Foto Dok.

PERKENALKAN, Caleg Ite kali ini adalah seorang perempuan muda, cantik, energik, serta memiliki keinginan kuat untuk turut andil mengabdikan diri dalam membangun tanah kelahirannya. Dia adalah Rita Rahayu Ningsih, Caleg DPRD Kabupaten Rejang Lebong utusan Partai Bulan Bintang (PBB) dengan Nomor Urut 1 untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 4 yang meliputi Kecamatan Curup Tengah, Curup Timur, dan Curup Selatan. 

Perempuan kelahiran Curup 15 Maret 1989 yang akrab disapa Rita ini adalah putri pertama dari empat bersaudara, buah hati pasangan Bapak Sofiyan Efendi (Mang Yan) dan Ibu Supiyanti yang menetap tinggal di Kelurahan Sukaraja Kecamatan Curup Timur, persisnya tak jauh dari perempatan lampu merah, atau berjarak sekitar 15 meter dari Klinik Caesar Curup. Sejak dulu sampai saat ini, orangtua Rita masih menjalani profesi sebagai petani, sebagaimana profesi yang dilakoni turun temurun oleh mayoritas masyarakat Taneak Jang. 

Rita menempuh pendidikan dasar di SDN 12 Sukaraja pada tahun 1994 - 2000, kemudian melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMPN 3 Curup pada tahun 2001 - 2003, dan terakhir menempuh pendidikan menengah atas di SMAN 2 Curup pada tahun 2004 - 2007. 

Sebagai anak sulung, Rita sadar betul jika dia dan tiga orang adiknya dibesarkan oleh keringat dan jerih payah bertani, sehingga ketika usai menempuh pendidikan tingkat atas, dia memilih untuk tidak menersukan pendidikan ke bangku kuliah, demi tidak menambah beban yang dipikul kedua orangtuanya. 

Sebagai perempuan yang terlahir dari orangtua dengan garis keturunan suku Rejang - Jawa, Rita mewarisi sifat lembut, santun, disiplin, berpenampilan sederhana dan konsisten pada prinsif, serta 
tegas dalam bertindak. Adalah wajar ketika dimana pun dia berada, tetap disenangi banyak orang. Apalagi dalam bergaul Rita tak pernah membedakan status sosial seseorang. 

Sebelum tercatat dalam Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPRD Rejang Lebong sebagaimana telah diumumkan KPU Rejang Lebong pada 20 September 2018 lalu, Rita diketahui berprofesi sebagai seorang wartawati yang bekerja pada sebuah tabloid terbit mingguan. Namun akhir-akhir ini dia menekuni kegemaran menulisnya pada sebuah portal berita online yang berkedudukan di ibukota Provinsi Bengkulu.

Dalam dunia politik, Rita memang tergolong pendatang baru. Namun profesi wartawan yang telah digelutinya selama lebih kurang 4 tahun terakhir, membuat komunikasinya sering kali bersentuhan langsung dengan para pemangku penyelenggaraan kepemerintahan, termasuk dengan para pelaku politik yang duduk di Parlemen Sukowati. Pengalaman inilah yang menjadi acuan Dewan Pengurus Cabang PBB Kabupaten Rejang Lebong menunjuknya sebagai bagian dari keterwakilan perempuan pada Pemilu 2019 mendatang. 

Ketua dan para pengurus DPC PBB Rejang Lebong yakin bahwa Rita akan mampu menjadi perpanjangan tangan partai untuk berbuat lebih baik bagi kemajuan daerah, terutama dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. 
Ditanya soal motivasi mencaleg, Rita menjawab enteng. Katanya, niat maju dalam Pileg 2019 ini dilatarbelakangi pengalamannya sebagai wartawan yang selama melakukan tugas jurnalistik di lapangan banyak menemukan persoalan-persoalan di masyarakat yang tidak sampai kepada pemerintah. Terutama persoalan para petani dan kaum perempuan. Rita berkeinginan kuat mengabdikan diri menjadi penyambung lidah atau penyampai aspirasi masyarakat guna menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut. 

"Sebut saja permasalahan-permasalahan yang dihadapi petani kita di kabupaten ini, dimana masih terdapatnya kendala dalam mendapatkan saprodi, bibit dan pupuk bersubsidi, bantuan-bantuan pemerintah, serta kendala permodalan yang kerap membuat para petani terjerumus ke lingkaran sistem Ijon yang menimbulkan hutang setiap usai panen. Termasuk soal harga produk pertanian yang sering tak sebanding dengan dana yang dikeluarkan selama proses pertanian berlangsung," kata Rita. 

Rita bertekad, jika dipercaya masyarakat menjadi wakil mereka di parlemen, dia berkomitmen bekerjasama dengan pemerintah eksekutif untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut. Sesuai dengan tugas dan fungsi legislatif, dia akan mendorong seluruh program pemerintah daerah yang pro rakyat yang bermuara pada peningkatan perekonomian masyarakat. 

“Bersama rekan-rekan anggota dewan lainnya, kami akan mendorong pemda untuk lebih memaksimalkan peran para penyuluh pertanian dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) petani sehingga menghasilkan produk pertanian yang sesuai dengan harapan,” papar Rita. (Rahayu)