Menyulap Daun Sirih dan Kain Percah Sebagai Penangkal Corona

Daun Sirih

Saat ini seluruh dunia dan hampir seluruh dari masyarakat sedang menghadapi penyebaran wabah Virus Corona SARS-CoV-2 atau pandemi Covid-19 yang lebih dikenal dengan Virus Corona. Dampak yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 ini sangat luar biasa kepada masyarakat, mulai dari ekonomi, tatanan sosial hingga keselamatan dan nyawa manusia. Sudah banyak korban jiwa akibat dampak dari COVID-19 ini. Data WHO per 28 Juli 2020 menyebutkan, virus COVID-19 sudah memapar kepada 16, 5 juta jiwa di seluruh dunia dengan angka kematian mecapai 645 ribu orang.  

Pandemi COVID-19 mengharuskan kita untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan agar penyebaran bahaya COVID-19  dapat terkendali. Masker dan handsanitizer adalah salah satu barang yang wajib dibawa kemanapun kita pergi. Masker dapat melindungi kita saat kita bepergian keluar rumah dari udara-udara yang tidak baik untuk dihirup sedangkan handsanitizer dapat menghindarkan kita dari virus dan bakteri yang kemungkinan akan menempel pada tangan. Pada saat kondisi new normal kedua barang ini menjadi kebutuhan wajib dibawa kemanapun kita berpergian.

Kondisi inilah yang membuat ide kreatif masyarakat terus bermunculan di tengah termasuk yang dilakukan mahasiswa KKN Mandiri Universitas Bengkulu Periode 91, Kelompok 95 yang mengabdi di Desa Pondok Jago, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat. Berangkat dari rasa ingin membantu masyarakat sekitar, Ide kreatif ini lahir dengan cara memanfaatkan kain perca rumahan untuk bahan masker dan memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) daun sirih untuk membuat handsanitizer. 

Pemanfaatan Kain Percah dan Daun Sirih selain bernilai ekonomis, penggunaan kedua bahan ini lebih efektif karena bahan mudah didapat. Demikian pula cara pembuatannya yang sangat sederhana. Untuk membuat masker kita hanya perlu menyiapkan peralatan seperti gunting dan jarum sulam tangan kemudian dipotong sesuai ukuran masker dengan panjang 24 cm dan lebar 18 cm. 

Sedangkan dalam pembuatan handsanitizer mahasiswa memilih untuk memanfaatkan tanaman obat keluarga daun sirih. Tanaman yang sangat familiar ini sangat mudah didapat di lingkungan sekitar, selain itu daun sirih juga mengandung antiseptik alami yang dapat membunuh kuman. Pembuatan handsanitizer sendiri cukup mudah untuk dilakukan, untuk proses pembuatannya, daun sirih dicuci dan dipotong kecil-kecil kemudian direbus selama  lebih kurang 15 menit. Hasil rebusan kemudian didinginkan untuk disaring kedalam wadah setelah itu ditambahkan perasan air jeruk nipis sebagai penambah aroma handsanitizer.

Ide kreatif pembuatan Masker dan handsanitizer mahasiswa KKN UNIB ini juga disertai dengan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan selama pandemi COVID-19. Dengan harapan masyarakat yang berada dlingkungan tempat tinggal untuk selalu dapat menjaga kesehatan dan kebersihan tangan agar bersama-sama dapat memutus tali rantai penyebaran covid 19.

Disisi lain masyarakat juga bisa menambah penghasilan dengan memproduksi sendiri masker-masker dengan memanfaatkan kain-kain perca yang ada dirumah dan tanaman-tanaman alami yang ada dilingkungan tempat tinggal seperti daun sirih, lidah buaya, dan lain-lain untuk dibuat pembersih tangan (handsanitizer) tanpa ada sedikitpun zat kimia berbahaya didalamnya.

Penulis: Delli Yanti, Mahasiswa Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, UNIB