Interaktif News — Komunitas lingkungan hidup Masyarakat Pelestari Lingkungan (MAPEL) Provinsi Bengkulu dijadwalkan akan melaksanakan pelantikan kepengurusan pada Senin, 18 Mei 2026, di Mercure Bengkulu.

Pelantikan tersebut menjadi momentum awal bagi MAPEL untuk memperkuat gerakan sosial di bidang lingkungan hidup sekaligus menegaskan komitmen terhadap advokasi dan pemulihan ekologis di Provinsi Bengkulu.

Ketua MAPEL Provinsi Bengkulu, Kasrul Pardede, mengatakan organisasi yang dipimpinnya hadir sebagai wadah masyarakat yang peduli terhadap persoalan lingkungan dan keberlanjutan alam.

Menurutnya, MAPEL akan fokus mengawal berbagai isu kerusakan lingkungan, mula dari  pencemaran sungai, kerusakan hutan, hingga dampak aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem.

“MAPEL hadir bukan sekadar organisasi seremonial, tetapi menjadi gerakan masyarakat yang aktif melakukan advokasi dan ikut mendorong pemulihan ekologis di Bengkulu,” ujar Kasrul, Minggu (17/5/2026).

Ia menjelaskan, setelah pelantikan nanti, pihaknya akan segera menyusun agenda kerja prioritas, termasuk edukasi lingkungan kepada masyarakat, penghijauan, kampanye pelestarian alam, serta penguatan pengawasan sosial terhadap persoalan lingkungan hidup.

MAPEL juga berkomitmen membangun sinergi dengan pemerintah daerah, akademisi, aktivis, mahasiswa, hingga komunitas masyarakat dalam memperkuat gerakan pelestarian lingkungan berbasis partisipasi publik.

“Persoalan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu kami ingin MAPEL menjadi ruang kolaborasi untuk menjaga alam Bengkulu agar tetap lestari dan berkelanjutan,” katanya.

Pelantikan MAPEL Provinsi Bengkulu direncanakan akan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, aktivis lingkungan, organisasi

kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Reporter: Ogi Mansyah