Ketua DPD PAN Kota Bengkulu Sayangkan Demo Angkat ‘Isu Basi’

1

Foto/Dok: kabarrafflesia.com

Interaktif News - Demo segelintir oknum yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Peduli Bengkulu (AMPB) pada Senin (24/2) di Jakarta yang menuntut Kejaksaan Agung menangkap Walikota Bengkulu dalam perkara Bansos mendapat respon Ketua DPD PAN Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain.

Teuku Zulkarnain mengatakan aksi tersebut sangat tendensius.

“Politis sekali aksi yang dilakukan oleh sekelompok orang di Kejagung tersebut. Bansos itu sudah lama ditutup. Kenapa muncul lagi? Padahal saat itu terhadap pak Helmi statusnya sudah SP3 (surat perintah penghentian penyidikan atau penutupan sebuah kasus hukum, red),” kata Teuku,Selasa (25/2).

Keheranan Teuku terhadap oknum yang mengangkat isu basi ini bertambah mengingat yang terseret dalam kasus ini ada banyak orang.

“Kenapa hanya Helmi Hasan yang disebut-sebut, padahal ada Ahmad Kanedi, ada Patriana Sosialinda, ada Irman Sawiran, Sandi dan lain-lain,” katanya.

Teuku mencurigai aksi ini ditunggangi oleh pihak-pihak yang merasa cemas dan khawatir terhadap elektabilitas Helmi Hasan yang melambung tinggi setelah Walikota Bengkulu tersebut menyatakan siap mengemban amanah dan harapan rakyat se-Provinsi Bengkulu.

“Kenapa hanya Helmi Hasan yang disebut? Apa karena pak Helmi Hasan mau bertarung di Pilgub nanti? Saya selaku Ketua DPD PAN Kota Bengkulu sekaligus Ketua Tim Relawan untuk Helmi Hasan Gubernur memperingatkan mari kita bertarung secara fair, tidak usah menggunakan cara-cara kotor seperti ini,” tegas mantan aktifis 1998 ini.

Teuku memastikan bahwa pihaknya juga bisa melakukan hal yang sama. Namun, kata dia, ketika hal itu dilakukan, maka sama halnya dengan merusak demokrasi.

“Alangkah riuh dan tidak sehatnya Pilgub ini nantinya. Untuk itu siapapun pihak-pihak yang terlibat dalam aksi ini kami doakan sehat selalu, dan segera mendapat hidayah,” demikian Teuku.

Sebelumnya banyak informasi yang beredar, sejumlah massa aksi menggelar demo di depan kantor Kejaksaan Agung RI, Senin (24/2). Massa aksi membawa spanduk dan mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Bengkulu.

(Soprian/PedomanBengkulu)