Kemenko PMK: Perlu Sinergi Bersama dalam Penanggulangan Bencana

Kemenko PMK RI Rakor di Provinsi Bengkulu

Deputi P2WPB Kemenko PMK RI Mayjen TNI (Purn) Dody Usodo HGS Membuka Rapat Koordinasi Penguatan Siaga Darurat Bencana Dalam Peningkatan Penanggulangan Kedaruratan Bencana Provinsi Bengkulu. Kamis, 15 Oktober 2020. Foto/Dok

Interaktif News - Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melalui Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana (P2WPB), menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Siaga Darurat Bencana Dalam Peningkatan Penanggulangan Kedaruratan Bencana Provinsi Bengkulu, di Hotel ternama Kota Bengkulu, Kamis (15/10).

Hadir dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana (P2WPB) Kemenko PMK RI Mayjen TNI (Purn) Dody Usodo HGS, Asisten III Setda Provinsi Bengkulu Gotri Suyanto, Forkompinda Provinsi Bengkulu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu serta diikuti seluruh BPBD kabupaten/kota Bengkulu. 

Dalam sambutannya Deputi Kemenko PMK RI Mayjen TNI (Purn) Dody Usodo HGS mengatakan, tujuan dari Rakor ini untuk mensinergikan manajemen penanggulangan bencana di pusat dan daerah, dalam meningkatkan kesiapsiagaan penanggulangan bencana di wilayah Provinsi Bengkulu.

Dijelaskannya, Provinsi Bengkulu menjadi salah satu target dalam penguatan siaga darurat bencana karena merupakan salah satu provinsi kategori zona merah.

"Kita pilih Provinsi Bengkulu ini karena merupakan salah satu wilayah yang rawan bencana dan disebut  "ring fire" karena di kelilingi gunung serta hutan yang sewaktu -waktu dapat menimbulkan kebakaran hutan dan lahan," sebut Dody, usai membuka Rakor.

Mantan Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) ini juga mewanti - wanti atas pemberitahuan dari BMKG terkait bakal adanya La Lina yang dapat mengakibatkan musibah banjir besar dibeberapa wilayah yang rawan banjir dan longsor.

"Saya sudah baca surat pemberitahuan dari BMKG  tentang perkembangan La Lina di Indonesia. La Lina dapat mengakibatkan akumulasi curah hujan hingga 40 persen, tolong diwaspadai pada November dan Desember ini adalah bulan ancaman dari hidrometeorologi La Lina," ungkapnya.

Untuk itulah, ujarnya, perlu kita tingkatkan kewaspadaan bersama dalam menghadapi ancaman bencana.

"Lebih Baik kita antisipasi dari sekarang sebelum bencana datang. Sedia payung sebelum hujan," tegasnya.

Sementara itu, Asisten III Setda Provinsi Bengkulu Gotri Suyanto mengatakan, pemerintah Provinsi  Bengkulu menyambut baik Rakor yang digelar Kemenko PMK tersebut.

Gotri mengakui Provinsi Bengkulu merupakan daerah rawan bencana, apalagi di bulan oktober hingga desember sudah memasuki musim penghujan dan hal itu perlu diwaspadai.

"Terkait ancaman bencana  hidrometeorologi, Pemprov Bengkulu telah mengimbau kepada pemerintah Kabupaten dan kota melalui BPBD provinsi  untuk membentuk dan  mengaktifkan posko-posko siaga penanggulangan bencana, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten dan kota," kata Gotri Suyanto dalam sambutannya. (Mc)

Editor:Alfridho AP