Jalan Tambal Sulam, Raungan Racing Sendal Jepit, dan Warga Terlatih Tebalkan Telinga

Balap Liar

Ilustrasi balap liar anak muda di malam hari, Foto: Dok/harianmistar.id

Mungkin semangat balapan liar ala Balap MotoGP sebulan belakang ini sedang memacu adrenalin Jiwa muda "yang bebas" kaum milenial di Kota Bengkulu. Mereka sedang menunjukkan kebebasan pencarian eksistensi lewat semangat identitas milenilal yang ego kemudaan lagi genit dalam kemaskulintasnya. Tidak peduli motor standar balap, motor untuk jualan sayur atau motor untuk ojek online yang penting gaspoll. Tarik kencang meliuk-liuk malam hingga subuh (setiap hari) di sirkuit Track Kota Bengkulu yang Tambal Sulam dikit aja naik berapa senti ukuran di atas dasar dan berlobang (dikit aja). 

Mungkin jalanan ini sengaja dibuat tidak mulus oleh Dinas PUPR supaya kaum milenial sandal jepit Racing Bengkulu instingnya menjadi tajam dan mata menjadi tajam seperti elang untuk mengelak lobang jalanan dan naikan tambal sulam. Mungkin juga jalanan ini mempermudah patroli malam polisi menangkap racer sendal jepit yang oleng terhentak lobang dan hilang kendali ban motor meluncur diatas aspal tambal sulam. 

Semoga jalan berlobang dan tambal sulam jadi semangat yang sama ibu-ibu pengendara motor untuk melatih manuver tancap menghindar lobang.  Jika sudah terlatih Ibu-Ibu tidak cape menunggu anaknya pulang dari Balapan Liar Milienial Sendal Jepit tetapi turut serta balapan sambil bawa sapu lidi mengetok kepala tengkorak. Ups helm tengkorak warna kulit kepala anaknya sampai benjol.

Biasanya makin malam jelang subuh gairah milenial "memperkosa motornya" makin on the top, semakin keras terhentak dalam lobang dan tambal sulam aspal. Makin mengairahkan dan  gahar raungan suara motor para pembalap sandal jepit ini. 

Masyarakat pemilik rumah dekat jalan raya harus telinga tebal anti gossip. Ups anti suara bising antisipasi raungan menggelegar suara harimau kawin. Mungkin pake headset peredam anti suara bom atom. Jantung masyarakat mungkin kaitannya besi spiral baja tidak mudah copot dan kulit jantungnya berlapis-lapis anti bocor. Setidaknya berjalan kaki nyangkut jalanan tambal sulam tidak putus nyawa jantung copot. Hanya selip dikit masuk lobang kaki lecet dan hidung juga jidat berdarah dikit (tidak geger otak). 

Dibandingkan Racer Milenial Sendal Jepit dikejar emaknya balapan di jalan berlobang dan tambal sulam. Kepala dibeset/dipadu gagang sapu, Kepleset tanjakan Tambal Sulam,mendarat tanpa parasut, jatuh di jalan berlobang, kepala geger otak, kaki dan Jidat berdarah. Ehhhh...kena percikan kotoran kuda. Sudah jatuh ditimpa tangga diketawain kuda pula.

Polisi harus berterima kasih kepada Dinas PUPR dengan jalanan berlobang dan aspal tambal sulam. Setidaknya warga Bengkulu Kota kaum Angkatan 66, Angkatan 77, dan Angkatan 88 ada kesadaran belalul lintas di siang hari. Mereka lebih hati-hati mengendarai motor dan bermanuver di atas jalan tersebut. 

Tak selamanya jalan mulus membangun kesadaran warga berlalu lintas yang tertib. Jalan berlobang dan tambal sulam bikin orang cepat sadar dan bertobat sebelum menghadap Sang Ilahi. Bisa jadi Dinas PUPR adalah agen atau malaikat Tuhan membantu polisi supaya warga Kota Bengkulu ada kesadaran untuk rajin berdoa saat melewati aspal berlobang dan tambal sulam aspal.

Penulis: Freddy Watania