Inovasi Iptek Hakteknas 2019, Siswi SMAN 4 Seluma Ciptakan Krim Anti UV

1

Foto/Dok: Dodi Suryadi

Interaktif News, Bengkulu - Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan teknologi Nasioanal (HARTEKNAS) tahun 2019,Dewan Riset Daerah Provinsi Bengkulu melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Bengkulu menyelenggarakan Lomba Inovasi IPTEK, bertempat di halaman Gedung Serba Guna Pemerintah Provinsi  Bengkulu, Kamis (10/10).

Pada lomba tersebut, SMA Negeri 4 Kabupaten Seluma memamerkan inovasi dari ciptaan sekolah mereka yakni mengolah kulit durian disulap menjadi krim anti ultra violet yang mereka beri nama “Durio Zibethisnus Murr”, sebuah inovasi baru untuk mengatasi limbah kulit durian yang dapat mencemari lingkungan.

Siswi SMAN 4 Seluma, Putri Cahya Oktavia mengatakan, penelitian ini dilakukan sebagai upaya mengurangi dampak dari limbah durian yang dapat mencemari lingkungan.Ia bersama pelajar lain akan terus meneliti krim anti sinar ultra violet tersebut sehingga layak untuk digunakan.

“Limbah kulit durian (duren) di Provinsi Bengkulu sangat banyak sekali, apa lagi saat musim, tidak hanya mencemari lingkungan, limbah ini juga dapat menyebabkan penyakit diare dan beberapa penyakit lainnya."Krim ini masih dalam proses penelitian lebih lanjut, kemudian jika sudah mendapat izin dari BPOM krim ini akan di produksi skala besar" jelas Putri siswi yang masih duduk dikelas sebelas SMA N 4 Kabupaten Seluma ini.

Asep, salah satu pengunjung lomba iptek mengatakan, bahwa kulit durian sangat banyak sekali manfaatnya, selain mengurangi dampak limbah pada lingkungan dan masyarakat, juga bisa diolah menjadi krim yang beguna dan bermanfaat bagi masyarakat bengkulu.Karena dilihat dari kondisi suhu kota bengkulu yang relatif panas, belum lagi sangat dekat dengan pantai, dengan penggunaan krim akan melindungi kulit dari paparan sinar UV yang dapat menyebabkan kanker kulit. 

"Produk ini sangat menarik, karena melihat banyak orang yg akan ke pantai, dan berpanasan, kemudian terpapar sinar UV, jika produk ini di jual di pinggir pantai, sebagai produk asli daerah bengkulu, dan juga harga yang terjangkau, mungkin akan banyak orang yang membeli, dan bisa menjadi pendapatan bagi masyarakat, juga membuat lingkungan yg bersih", jelas Asep yang dengan semangatnya melihat satu persatu hasil kreativitas pelajar dan mahasiswa. 

Kontributor :Tim magang Mahasiswa Jurnalistik UNIB
Editor: Iman SP Noya