Pengamat UNIB: Tokoh Rejang Lebih Pas Dampingi Rohidin

'

Drs. Mirza Yasben, M.Soc. Sc Dosen Administrasi Negara Universitas Bengkulu 

Interaktif News – Partai pengusung pasangan Ridwan Mukti-Rihdin Mersyah di pilgub Bengkulu 2015 lalu masing-masing sudah mengusul nama untuk mendampingi Rohidin Mersyah di sisa masa jabatan 2019-2021. Hanura mengusulkan ketuanya Muslihan Diding Sutrisno, Nasdem juga mempercayakan kadernya Dedy Ermansyah, PKB dan PKPI masing-masing menjagokan Heliardo dan Medi Rian. 

Dari empat nama tersebut, keputusan ada ditangan Gubernur Rohidin untuk memilih maksimal dua nama untuk dipilih melalui mekanisme DPRD. Heliardo, Muslihan, Medi Rian, dan Dedy Ermansyah adalah tokoh-tokoh publik yang sudah malang melintang di dunia politik Bengkulu. Masing-masing memiliki kapasitas politik yang sama-sama kuat, keempat nama itu adalah pimpinan partai dan mantan pimpinan partai. 

Terkait itu, pengamat politik Universitas Bengkulu Mirza Yasben menyampaikan, perlu dibangunya rekonsiliasi politik kedaerahan untuk menjaga keseimbangan antara jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur.  Mirza menyarankan Rohidin mengaet tokoh Rejang untuk memudahkan konsolidasi pembangunan dan politik tingkat elit. 

“Sebaiknya dia (Rohidin Mersyah) menggaet wagub dari unsur daerah Rejang. Bisa berarti berasal dari suku rejang atau seseorang yang memiliki ikatan emosional dengan suku Rejang” kata Mirza via pesan Wa, Minggu, (19/05/2019) 

Pertimbangannya, bapak Ridwan Mukti mantan Gubernur pasangan Rohidin itu dari unsur Rejang yang menggaet Rohidin dari unsur Serawai.  Artinya, untuk menghindari sentimen etnikal akan lebih baik Rohidin menggaet tokoh dari unsur rejang.

Selain itu, Alumnus Universitas Waikato Selandia Baru itu juga menyampaikan tiga pertimbangan khusus hingga Ia menyarankan Rohidin untuk menggandeng tokoh Rejang untuk berduet di sisi masa jabatan.

Adapun pertimbangan khusus yang dimaksud Mirza, pertama masih sulitnya menghindari politik identitas di tengah masyarakat, kedua Suku Rejang sebagai suku terbesar yang butuh keterwakilan (alasan keterwakilan). Terakhir Mirza mengatakan Rohidin butuh alasan elektoral untuk memudahkan langkahnya menuju pilgub selanjutnya. 

“Tapi tantangan terberat itu ada pada karakter masyarakat Bengkulu secara umum, masih transaksional sehingga ketika kemungkinan ada lawan yang memiliki finansial lebih bisa dimungkinkan jadi lawan yang kuat. Namun tetap secara prinsip, politik elektoral kesukuan dominan sulit dikalahkan” ujarnya  

Reporter: Riki Susanto 
Editor: Freddy Watania