Kisruh Golkar, Kursi Waka I DPRD BU Masih Kosong

1

Suasana Rapat Paripurna DPRD Bengkulu Utara. Foto/Dok: Repi Pratomo 

Interaktif News,Bengkulu Utara - Setelah dilantik sebulan yang lalu, akhirnya hari ini,Rabu (9/10), melalui rapat paripurna internal, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkulu Utara masa bakti 2019-2024 bakal memiliki pimpinan defenitif.

Ketua Sementara DPRD Bengkulu Utara, Sonti Bakara selaku pimpinan rapat manegaskan bahwa rapat paripurna kali ini sebatas menyampaikan pengumuman.

"Hari ini, kita sekedar membaca dan mengumumkan,Setelah pembacaan surat keluar dan surat masuk,nama-nama yang akan diusulkan ke gubernur bengkulu  adalah Sonti Bakara dari PDI-P sebagai ketua DPRD,Herliyanto Hazadin dari partai Gerindra sebagai wakil ketua II dan posisi Wakil Ketua 1 dari partai Golkar belum bisa di usulkan ke Gubernur Bengkulu,mengingat masih terganjal problem internal Partai,"ujar Sonti.

Sonti menambahkan, bukan berarti ia selaku pimpinan sementara DPRD Bengkulu Utara meragukan keabsahan surat DPP partai Golkar.

"Semuanya demi kebutuhan lembaga yang bersifat mendesak serta demi  keberlangsungan percepatan pembangunan Bengkulu Utara. Bukan berarti kita selaku Pimpinan sementara tidak mengakui keabsahan SK dari DPP Partai Golkar yang menetapkan Juhaili sebagai Wakil ketua I.

Namun, berdasarkan surat klarifikasi terbaru yang kami terima dari DPD partai Golkar Bengkulu Utara menyatakan bahwasanya surat yang di tanda tangani oleh bapak Eka kurniadi berserta bapak Buyung Satria,tidak diakui keabsahannya,lantaran tidak mengunakan cap resmi DPD Partai Golkar Bengkulu utara,selain itu nomor surat yang di gunakan tidak berurutan dengan surat keluar di DPD II Golkar Bengkulu utara dan surat tersebut tidak memiliki arsip,"imbuhnya.

Lanjutnya, untuk menyelamatkan lembaga DPRD Bengkulu Utara maka diambilah keputusan demikian.

“Untuk menyelamatkan lembaga, maka kita ambil keputusan hanya dua nama unsur pimpinan Defenitif yang diusulkan terlebih dulu ke Gubernur Bengkulu,sembari kita memberi waktu untuk Golkar menyelesaikan problem internalnya,"demikian Sonti.

Reporter: Repi Pratomo
Editor: Iman SP Noya