Jika Diganti, Syamlan Sebut Tidak Seharusnya Patung Rupa Manusia

1

BENGKULU,BI - Mantan Wakil Gubernur Bengkulu, H. M. Syamlan LC angkat bicara terkait keberadaan patung yang berada di kawasan Simpang Lima Ratu Samban. 

Seperti kita ketahui bersama, sejak tahun 2006 berdiri kokoh patung kuda, namun dipertengahan tahun 2019, patung kuda tersebut akan diganti dengan patung berupa sosok manusia, yaitu sosok dari ibu negara pertama Republik Indonesia Fatmawati.

Uztadz Syamlan yang memegang kuat ajaran tauhid saat dijumpai mengatakan sangat menyesali adanya pergantian patung yang berada di kawasan Simpang Lima.

"Itu sesuatu yang kurang pas jika dibangun dengan patung sosok seorang manusia, apalagi sosok tertentu atau tokoh tertentu. Itu apa tujuannya dibuat, jika tujuannya dibuat dalam rangka mengundang wisatawan, maka begitulah orang musyrik punya dahlinya membuat patung patung dalam kerangka itu," ucap Ustadz Syamlan.

Ia menjelaskan, jika akan dibuat monumen seharusnya yang mengingatkan keimanan, ketauhidan dan juga menyerukan hal hal yang bersifat perbaikan moral.

"Bukan suatu yang tidak ada gunanya, apa itu filosofisnya dibuat patung patung yang sangat sulit diterima dengan rasa keimanan yang baik. Seharusnya kita lihat Kota Mekkah, masuk kota Mekah ada gerbang yang dalam bentuk Kitab, artinya itu menunjukan kita untuk rajin membaca kitab Allah," tegasnya.

Ia menanggapi, jika diganti dari monumen sebelumnya diganti dengan rencananya patung sosok manusia itu tentunya mubazir.

"Oleh sebab itu, untuk apa diganti jika tidak ada gunanya untuk sesuatu yang baik. Kalau diganti dengan sesuatu yang baik atau sesuatu yang menunjukan kota religius, maka silahkan dibangun monumen yang membawa kita nuansa yang lebih religius," ucapnya.

Lebih lanjut, syamlan menyebutkan sejarah patung bukan dari sejarah Islam. Bisa kita lihat yang dihadapi pada zaman nabi Muhammad SAW.

"Dalil dalilnya banyak sekali, kalau sejarah patung itu bukan sejarah islam. Jika alasannya seni dan sebagainya, begitulah yang dihadapi nabi Muhammad SAW pada zaman jahiliah begitu banyak patung patung.  justru akhirnya tidak ada lagi patung Patung.

Dengan tidak adanya patung - patung justru menambah keberkahan. Bisa kita lihat, rasakan dan saksikan, bagaimana Kota  Mekkah dan Madinah diberikan keberkahan oleh Allah SWT," demikian Ustadz Syamlan. (Rls)