Baru Diresmikan, Taman Pusat Budaya Kota Bengkulu Mulai Rusak

1

Foto Kondisi di areal Taman Pusat Budaya Tanjung Agung sekarang. Dok: Eksklusif.

BENGKULU, BI – Belum lama ini Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi meresmikan Ruang terbuka hijau (RTH) Taman Pusat Budaya Tanjung Agung, Rabu (2/12/2018) Akhir tahun lalu. Peresmian bangunan milik Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan (Satker PBL) Kementrian PUPR itu ditandai dengan pemecahan kendi di depan plank taman.

Taman pusat budaya ini diharapkan bisa mempertahankan dan melestarikan kebudayaan di Kota Bengkulu. Dimana, di Tanjung Agung ini, kebudayaan Lembak masih sangat kental.“Harapannya Taman Pusat Budaya ini bisa melestarikan kebudayaan yang masih sangat kental tersebut,” kata Dedy saat meresmikan.

Diketahui proyek pembangunan taman Tanjung Agung, Taman pusat Budaya ini dianggarkan sebesar Rp 4.633.083.000 oleh Kementrian PUPR melalui Satker PBL Provinsi Bengkulu yang bersumber dari Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) proyek tersebut dikerjakan oleh PT. Persada Bakti Mandiri. Sedangkan untuk Konsultan Pengawas dipegang oleh PT. Jasa Reka Cipta Optima.

Pembangunan yang dilaksanakan pada tahun 2018 tersebut meliputi pembangunan pedestrian, fasilitas taman bermain anak, fasilitas olahraga, area amphitheatre, toilet, furniture landscape, dan  bangunan penunjang seperti pos jaga, lampu, gapura dan kios dagang.

Sebelumnya, Kepala Bapelitbang Kota Bengkulu Riduan menyampaikan, bahwa taman pusat budaya ini merupakan program kota pusaka. Artinya, pembangunan tersebut adalah bagian komitmen pemerintah dalam pembangunan kota pusaka di daerah ini. “Untuk mengikuti program ini, ada beberapa tahapan yaitu pengajuan proposal sampai pembangunan teknis dan replikasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan saat meninjau RTH tersebut mengatakan, Pemerintah Kota Bengkulu terus berupaya menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat Bengkulu, salah satunya dengan membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Ruang terbuka hijau ini macam-macam bentuknya, sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Ada yang berbentuk sarana olahraga, di salah satu tempat juga ada tempat anak muda untuk mengekspresikan soal bakat dan minat, inilah tempatnya.” ujar Wali Kota, Senin (31/12/2018).

Namun lain halnya yang disampaikan Yudi, salah satu pengunjung taman pusat budaya tersebut, Ia mengatakan pembangunan taman bermain yang ada di Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu sedikit mengecewakan. 

Pasalnya proyek yang dibangun di atas lahan seluas 3000 M2 tersebut, tampak semrawut atau bisa dibilang terkesan asal jadi. Itu terlihat dari beberapa sisi bangunan yang sudah rusak, dan cat bangunan sudah banyak yang mengelupas, salah satunya arena bermain skateboard di sisi kanan taman.

Dikutip dari newsikal.com, Yudi salah seorang pengunjung yang bermain skateboard mengatakan, jika dilihat dari luas bangunan, arena tersebut cukup bagus. akan tetapi kalau dilihat dari sisi dalam arena itu sedikit kurang melengkung, sehingga dirinya maupun temannya mengalami kesulitan untuk bermain.

“Saran kami, untuk bagian tengah arena ini harusnya dibuat sedikit melengkung dan tidak datar seperti ini. Kalau kayak gini kami susah untuk mengoperasikan papan skateboard. Tapi kalau dibuat sedikit melengkung saya rasa anak skateboard tidak perlu menggoes lagi,” ujar Yudi, Rabu (12/12/2018).

Lanjut Yudi, selain bentuknya yang kurang melengkung, bangunan tersebut tampak sudah mulai terkelupas, dan banyak yang retak hampir semua sisi arena mengalami kerusakan yang menurutnya dapat membahayakan para pemain.

“Sama seperti bentuknya, kalau dari penilaian kami, alangkah baiknya bangunan ini dibuat sekuat mungkin. Karena hampir semua sisi arena sudah mengalami keretakan bahkan beberapa bagian sudah ada yang pecah. Itu sangat menggangu dan membuat bahaya bagi pengguna, jika tidak dirombak atau diperbaiki, dalam waktu dekat kemungkinan arena ini tidak dapat digunakan lagi dan mubazir,” ungkap dia.

Direktur PT.Persada Bakti Mandiri Deni Bakti saat di konfirmasi mengatakan, iya besok biar dicek, cuma disitu masyarakat kurang mau merawat, tidak seperti Taman yang ada di Pantai Berkas.” Yo boos besok biar di cek, cuma di situ kurang mau merawat nggak kayak ditaman berkas mereka dijaga dan dirawat.” Sampainya kepada bengkuluinteraktif.com via Whatsapp, Selasa (6/08/2019) malam.

Dikatakan Deni, pihaknya akan segera memperbaiki kerusakan yang ada di taman pusat budaya Tanjung Agung tersebut, sebab katanya masih ada masa pemeliharaan, namun pihaknya sekarang terkendala dana dan masih menungu dana pemeliharaan turun untuk memperbaiki taman tersebut.

”Yo boos memang kita mau tuntaskan untuk masa peliharaannyo, kendala sekarang awak suda tau, tapi segera kami benarin memang sudah janji dengan pihak proyek.”katanya.

Sementara itu, Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Bengkulu saat dikonfirmasi melalui via Whatsapp terkait proyek pembangunan taman pusat budaya tanjung agung ini, belum juga membalas  hingga berita ini diterbitkan.(007)