Interkatif News – Upaya seorang wartawan untuk meminta tanggapan dan klarifikasi terkait transparansi pelaksanaan kegiatan donor darah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu justru berbuntut pada tindakan pengusiran dari grup WhatsApp resmi lembaga tersebut.

Kejadian bermula ketika wartawan Garis Keadilan, Ahmad Nasti Nasution meminta tanggapan OJK terkait data jumlah donor darah OJK Bengkulu dengan data yang masuk ke Palang Merah Indonesia (PMI) Bengkulu. Menurut data PMI jumlah darah yang masuk dari OJK hanya belasan kantong sedangkan menurut OJK darah yang dikirim 245 kantong.

“Awalnya saya itu minta OJK speak up terkait data tersebut namun yang terjadi justru sebaliknya. OJK seolah-olah jadi Humas PMI dengan berbagai dalih.  Kita itu kan punya niat baik, maun sinkronkan data tapi mala saya dikeluarkan dari group” kata Ahmad

Pertanyaan tersebut disampaikan Ahmad sebagai bentuk konfirmasi dan verifikasi data, bagian dari tugas jurnalistik untuk memastikan informasi yang beredar akurat. Namun, bukannya mendapat penjelasan, pertanyaan itu justru mendapat respons arogan dari pengelola grup WA OJK.

“Tiba-tiba Saya itu dikeluarkan dari group oleh Delpa (Pegawai OJK-pengelolah WA Group), tidak ada penjelasan atau alasan yang jelas. Pas saya dikeluarkan itu, kawan-kawan wartawan lain ikut merespon” tutur Ahmad

Namun, respon wartawan yang mempertanyakan Ahmad dikeluarkan justru ditanggapi lebih arogan oleh pengelolah Group OJK. “Bang Ameng naya kenapa saya dikeluarkan, Si Delpa ini naya balik apa mau dikeluarkan juga? Dijawab sama Bang Ameng silakan, terus Bang Ameng juga dikeluarkan” kata Ahmad.

Menurut Ahmad, akibat masalah tersebut, bukan hanya dirinya dan Ameng yang dikeluarkan dari group tapi wartawan senior, Iyud Dwi Mursito turut menjadi korban. Pemred Bengkulu Network itu ikut diusir dari group karena membela teman-temanya yang dikeluarkan.

“Bang Iyud juga dikeluarkan. Saya kira ini bukan sikap yang baik seharusnya group itu kan menjadi wadah untuk sharing informasi, jangan gara-gara isunya kurang baik direspon dengan cara-cara yang tidak profesional” kata Ahmad.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari OJK Bengkulu mengenai alasan pengeluaran para wartawan dari grup WhatsApp.

Reporter: Irfan Arief