Cerita Kehidupan Sang Penjual Tahu Sumedang yang Berkaki Palsu

Tahu Sumedang

Namanya Bapak Asdin sungguh sosok yang sangat memginspirasi. Ditengah keterbasannya yang telah kehilangan satu kakinya, bapak yang sehari-harinya penjual tahu sumedang ini, tidak pernah putus asa. 

Bayangkan dengan kedua tongkat khusus sebagai penopang keduanya, beliau seperti  tak pernah lelah menjajakan jualannya. Setiap harinya Pak Asdin harus berjalan puluhan kilo tanpa lelah. Dari tempat kosannya di Rawa Makmur saban hari beliau berjalan kaki ke kawasan pantai panjang bahkan sampai ke Lingkar Barat. 

Yang membuat haru, saat berjalan menyusuri jalan raya Pak Asdin seringkali diserempet kenderaan. Bahkan, suatu hari menurut Pak Asdin Ia diserempet mobil sampai jatuh dan tahu jualannya hancur, dan orang yang menyerempetnya melarikan diri. 

Bapak yangg tinggal sebatang kara di Bengkulu ini, telah memberikan inspirasi dan pelajaran berharga bagi kita bahwa kehidupan itu bukan untuk diratapi, tetapi diperjuangkan. Jika di orangtua lain diusia senjanya menikmati masa pensiun di rumah, Pak Asdin  berjuang keras untuk bertahan hidup dari hari ke hari. 

Terkadang hidup itu seperti tidak adil, namun kembali lagi kepada takdir dan perjalanan hidup kita masing-masing yang telah digaris Allah. Apa yang dilakukan Pak Asdin  ini memberikan pelajaran dan membuktikan  kepada kita semua bahwa hidup itu penuh perjuangan. 

Bahwa kita percaya kekuasaan Allah itu maha besar, bisa saja kita hari ini berkecukupan dan kaya tapi dalam sekejap jatuh miskin dam hina. Begitu juga sebaliknya hari ini kita diuji dengan kemeralatan dan kemiskinan, dalam sekejap dimuliakan dan dinaikkan Allah harkat dan martabat. 

Roda kehidupan itu berputar, kadang kita diatas dan suatu saat kita juga bisa dibawah. Ambillah pelajaran dan hikmah dalam setiap fase kehidupan kita di dunia ini. Ketika kita lagi diberikan rezeki yang cukup bahkan berlebih oleh Allah, maka berbagi dan nafkahi orang-orang yang papah dan berkekurangan. 

Jika hari ini kita hari ini sedang diuji dengan kesusahan, jangan pernah berhenti untuk bersyukur  dan memohon pertolongan Allah.

Selengkapnya kisah Pak Asdin dapat disaksikan di chanel youtube Elfahmi Lubis di bawah ini.