Cak Nanto di Bengkulu: Harmoni untuk Indonesia, Muhammadiyah Terbuka

Cak Nanto

Cak Nanto, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah saat diwawancara di Bengkulu, Poto/Anasril Azwar

Interaktif News –  Harmoni gerakan adalah kunci dalam menjalankan misi kebangsaan agar keutuhan bangsa dan negera tetap terjaga hingga akhir dari perjalanan bangsa Indonesia. Keharmonisan antar golongan, antar etnis, antar berkeyakinan dan macam ragam nuansa lebih penting dari apapun. 

Demikian disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto saat menyampaikan pengarahan di acara Pelantikan Bersama Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah dan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Provinsi Bengkulu, Sabtu (07/08/2019).

Cak Nanto menyingung pihak-pihak yang sering merasa paling benar sehingga menciptakan gesekan baru disaat sesuatu peristiwa sedang terjadi. Dinamika kehidupan berbangsa menurut Cak Nanto, haruslah dimaknai dengan kepala dingin dengan mengedepankan  nilai-nilai kebersamaan dan keberadaban. 

Ketika harmoni dalam keberagama itu mulai retak, lanjut Cak Nanto, Muhammadiyah terus hadir di seluruh pelosok negeri ini, konsepsi harmoni gerakan yang digalakan Muhammadiyah terus dilakukan misalnya, kalau ada daerah yang tidak terjangkau pemerintah maka muhammadiyah hadir disana dan muhammadiyah tidak terpaku pada pemerintahan dalam artian muhammadiyah mampu bergerak sendiri. 

“Tidak boleh ada kelompok atau golongan manapun di bumi peristiwa ini yang merasa diri paling benar, paling NKRI atau paling-paling yang lain sehingga nuansa keberagaman dieksploitasi sedemikian rupa yang berujung pada kerusuhan dan pecah belah. Apabila ada pihak-pihak yang ingin menjadikan bangsa ini sebagai tumbal hasrat kekuasan dengan mengorbankan harmoni diantara anak bangsa maka angkatan muda Muhammadiyah akan berjihad untuk itu” kata Cak Nanto

Muhammadiyah melalui amal usahanya, telah membuktikan diri sebagai abdi bangsa dan negara. Ia menyebut pembangunan bidang sumber daya manusia dilakukan Muhammadiyah dengan cara mendirikan lemabaga-lembaga pendidikan dari tingkat dini sampai dengan perguruan tinggi. 

“Muhammadiyah punya rumah sakit tapi Muhammadiyah tidak pernah bertanya kepada pasien apakah saudara Muhammadiyah atau muslim sekalipun? Ini bukti harmoni yang dibangun Muhammadiyah. Demikian pula pemberdayaan umat, Muhammadiyah terus berkontribusi dengan memproduksi kader-kader dakwah di seluruh pelosok negeri ini” jelas Cak Nanto

Lanjut Cak Nanto, Muhammadiyah juga sangat terbuka bagi seluruh kalangan tidak memandang basis organisasinya darimana,  demikian pula Pemuda Muhammadiyah sebagai Ortom akan sejalan dan seirama dengan misi dakwah Muhammadiyah.

“Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah itu organisasi sangat terbuka, teman-teman dari HMI dari GMNI boleh silahkan masuk dan bergabung, kita akan sambut dengan tangan terbuka. Mari bersama-sama kita besarkan persyarikatan ini, tentunya untuk kebaikan bangsa dan umat. Namun, apabila saudara-saudara ingin merong-rong Muhammadiyah lawan dulu Saya” ujar Cak Nanto.

Cak Nanto juga menyampaikan pesan internal kepada pengurus PWPM yang baru saja dilantik, Ia mengatakan, berpasan agar kepengurusan pemuda Muhammadiyah di Bengkulu saling mengisi dan membangun kolaborasi 

“Semua pengurus punya fungsi masing-masing, ketua itu harus memberi manfaat yang lebih dan menjadi yang terbaik" imbau Cak Nanto.

Ditambakanya, skenario masa lalu tetap menjadi pondasi, konsepsi muhammadiyah itu ceramah tapi dibidang lain juga harus ada seperti instansi pemerintahan dan politisi 

"tidak semuanya harus menjadi ustaz, tapi hatinya harus ustaz, kalau semuanya ustaz siapa yang menjalankan dakwah bidang lain. Basis ekonomi harus dimulai dan saling mendukung, yang pengusaha harus mensuport dan memberi bantuan pada kiyi dan ustaz untuk melakukan dakwah" tutup Cak Nanto

Reporter: Anasril Azwar
Editor: Riki Susanto