Bupati Sapuan Turun ke Sawah Dengar Keluhan Petani

Bupati Mukomuko Sapuan

Foto/Dok: Sutrimo 

Interaktif News - Guna mendengar langsung keluhan dari para Petani, Bupati Mukomuko Sapuan bersama Plt Kepala Dinas Pertanian turun ke sawah masyarakat di lokasi Pasang surut Dusun Baru Pelokan, Kecamatan XIV Koto, Minggu (4/04/2021). 

Bupati Sapuan menyampaikan kepada petani apabila pupuk sudah sampai di distributor supaya petani dapat mengambil dan menampungnya di rumah. 

"Mengingat digudang tempatnya sempit, dan apabila pupuk habis petani jangan menyalakan distributor," ujarnya. 

Selain ketersediaan pupuk, Bupati Sapuan dalam kesempatan itu juga meminta kepada petani apabila ada alat mesin pertanian (Alsintan) yang rusak agar melaporkan ke dinas terkait untuk dilakukan pendataan. 

" Jika ada Hand Traktor yang rusak dan tidak dapat dipakai lagi, diminta melapor ke dinas terkait untuk di data, karena alat tersebut dari pemerintah dan jadi bukti pemeriksaan BPK, tidak boleh Sewena-wena sendiri dalam menggunakan alat tersebut," kata Bupati saat mencoba Hand Traktor. 

Lanjut Bupati Sapuan, karena di Kecamatan XIV Koto sendiri ada lahan sawah kurang lebih 600 hektar maka Hand Traktor dan berapa mesin Combine panen padi agar dapat di atur penggunaannya. Ini supaya alat tersebut tidak cepat rusak. 

" Mesin Panen dan Hand Traktor agar dapat dipelihara, dan standby tidak boleh di bawa keluar daerah karena pada panen raya nanti saya akan mengundang Kementerian pusat guna meninjau lokasi persawahan yang ada di Mukomuko dan melihat alat mesin pertanian yang sudah di berikan kepada para petani, " imbuhnya.

Terakhir, untuk pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT), Bupati meminta agar masyarakat dapat menghibahkan lahan nya. " Bagi masyarakat yang ingin membutuhkan jalan usaha tani, pengerasan, supaya menghibahkan tanahnya atau tanamannya supaya bisa di bongkar untuk dibangun, karena pemerintah dulu lain sama sekarang," sampainya. 

Sementara, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Apriansyah  berharap kepada Kelompok tani maupun para petani supaya bisa membenahi seluruh tahapan yang di perlukan atau yang di butuhkan petani nanti. 

" Mulai dari pengolahan tanah, bibit, pupuknya, jaringan tersier irigasinya dan JUT, sehingga mana yang bisa di usulkan ke pemerintahan propinsi maupun pusat, maka akan dilakukan dari sekarang, dan yang belum akan diusahakan, diusulkan semua untuk petani," pungkasnya. 

Reporter: Sutrimo
Editor: Alfridho AP