Besok Vaskin Dimulai, Presiden yang Pertama Diikuti Seluruh Kepala Daerah

Vaksin Covid-19

Wagub Bengkulu, Dedy Ermansya, Foto: Dok

Interaktif News - Guna memastikan tahapan pelaksanaan vaksin sinovac dapat berjalan dengan lancar, Kementerian Kesehatan melakukan sosialisasi terkait teknis pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ke seluruh Provinsi se-Indonesia secara virtual, Senin kemaren, (11/1/2021). 

Dalam kesempatan ini, Wakil Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah mengatakan untuk kesiapan vaksinasi, Provinsi Bengkulu sudah menerima 20.280 dosi vaksin dari pemerintah pusat. Vaksinasi secara Nasional diawali oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu besok, 13 Januari 2021 kemudian diikuti kepala daerah pada 14-16 Januari. 

"Untuk vaksin, Bengkulu sudah menerima. Tinggal nanti tahap pelaksanaannya, mengikuti arahan yang sudah dijadwalkan oleh pemerintah pusat," ujar Dedy usai mengikuti zoom meeting terkait Sosialisasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, di Balai Raya Semarak.

Kemudian, menurut Dedy Bengkulu sudah siap, namun kita perlu melakukan langkah antisipasi agar pada pelaksanaannya nanti dapat berjalan lancar dan sukses. Kemudian, pemda kabupaten/kota juga diimbau untuk dapat mengikuti proses ini sesuai tata cara yang sudah disosialisasikan. 

"Bengkulu sudah siap, tidak ada kendala berarti. Tinggal nanti vaksin akan didistribusikan ke daerah, dalam waktu satu hingga dua hari ini. Dan kita juga minta pemerintah kabupaten/kota dapat mengikuti pelaksanaan vaksinasi ini," jelas Dedy

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menjelaskan tahap vaksinasi untuk provinsi Bengkulu diawali dengan Kepala Daerah (Gubernur) pada Kamis, 14 Januari mendatang. Kemudian, untuk daerah mengikuti pada hari selanjutnya, dan kita pun sudah mensosialisasikan bagaimana proses penyimpanan vaksin, data penerima vaksin hingga tahap tata pelaksanaannya nanti. 

"Sosialisasi terus dilakukan hingga ke daerah, tentang vaksin sinovac ini. Tentang bagaimana cara penyimpanan nya, yang harus disimpan pada suhu dibawah 2 derajat. Kemudian, nanti juga para tenaga kesehatan ikut divaksin secara bertahap mengingat jumlah vaksin yang kita dapat saat ini baru 20 ribu," terang Herwan Antoni.

Editor: Alfridho Ade Permana