Banyak Proyek Bermasalah, Wali Kota Diminta Evaluasi Kinerja Dinas PUPR

Noprisman

Serah terima jabatan Plt Dinas PUPR Kota Bengkulu dari Benni Irawan kepada Noprisman beberapa waktu lalu, Poto: Dok/PUPR Kota Bengkulu

Interaktif News - Bergulirnya dugaan pemerasan pengerjaan proyek Alun-Alun Masjid At Taqwa Kota Bengkulu yang berujuang pemutusan kontrak dan terbengkalainya pengerjaan proyek Klinik di Jakarta milik Dinas PUPR Kota Bengkulu mendapat perhatian serius Konsorsium LSM Bengkulu. 

Menurut Koordinator Konsorsium, Syaiful Anwar, Wali Kota Helmi Hasan perlu melakukan evaluasi dan pemberian sanksi tegas kepada jajaran pejabat di lingkungan Dinas PUPR Kota selaku penanggungjawab pelaksanaan kedua proyek tersebut. Kalau tidak dilakukan evaluasi kata Syaiful, dikhawatirkan publik akan berasumsi negatif terhadap wali kota.

“Pertama soal pengerjaan proyek Alun-Alun Masjid At Taqwa yang merupkan bagian dari rencana strategis Wali Kota dalam menyukseskan visinya menuju masyarakat kota yang religi. Saya pikir wali kota harus tegas terhadap siapa saja yang justru menjadi penghambat program pemkot. Ini proyek strategis yang menelan anggaran puluhan miliar tapi saya lihat pak wali adem-adem aja, jangan salahkan publik kalau berkesimpulan negatif.  

Sejauh ini nama-nama yang kemaren disebut-sebut dalam surat laporan Amirudin selaku kontraktor tidak pernah melaporkan balik, katanya sempat mau ancam lapor balik tapi hasil pantauan kami nggak ada yang lapor balik” kata Syaiful

Pemutusan kontrak menurut Syaiiful bukanlah solusi tepat karena banyak pihak yang akan dirugikan terutama pihak pemkot sendiri. Ia juga menjelaskan surat laporan dari Amirudin, yang mana dalam laporanya disebutkan ada indikasi menghalangi pencairan proyek sehingga pihak kontraktor kekurangan modal dalam pengerjaan.

“Kalau kami pelajari dari suratnya Amirudin, ada yang tidak kompeten dalam berkerja karena sistem perencanaan yang tidak baik, pengawasan yang lalai, dan proyek itu juga sempat disidak angota dewan, sejak awal sudah banyak pihak yang mengingatkan tapi tidak ada upaya yang lebih konkrit dari pihak PU sehingga kasus ini mencuat ke publik” kata Syaiful 

Syaiful meminta masalah proyek Masjid At Taqwa tidak hanya berhenti sampai pada putus kontrak tapi harus ada sanksi yang tegas dari wali kota 

“Kinerja negatif PU kota bukan hanya soal proyek Alun-Alun ada proyek Klinik di Jakarta yang juga putus kontrak, artinya ada yang salah dari pihak dinas PU, saatnya kalau pak wali ingin melakukan evaluasi, terutama pejabat-pejabatnya yang bertanggungjawab. Kalau masalah ini dibiarkan begitu saja artinya pak wali juga menikmati masalah ini” ujar Syaiful 

Sebelumnya jajaran dinas PUPR Kota Bengkulu sempat disorot karena laporan dari saudara Amirudin Murtuza selaku kuasa direktur dari kontraktor proyek Alun-Alun Berendo masjid At Taqwa. Amirudin menyebut diperas oknum pejabat di lingkungan dinas PUPR Kota Bengkulu dan konsultan pengawas dengan mengatasnamakan wali kota, Amirudin mengaku mengalami kerugian hingga 2 miliar lebih. 

Klimak dari masalah itu, proyek Alun-Alun Berendo akhirnya diputus kontrak. Selang beberapa waktu proyek pembangunan klinik di Jakarta milik Dinas PUPR juga ikut diputus kontrak hingga kedua proyek itu saat ini masih terbengkalai. 

Reporter: Riki Susanto